Wartawan Gadungan Lakukan Pemerasan Terhadap Warga

12

CIANJUR – wartaekspres.com – Kapolsek Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Kompol Agus Jamaludin, SH dianggap mencemarkan nama baik SKM Buser terkait kasus pemerasan yang melibatkan empat oknum wartawan. Pasalnya, Kapolsek Agus langsung menuding, bahwa mereka itu berasal dari SKM Buser tanpa telebih dulu menghubungi pemimpin redaksinya.

“Kami sangat menyayangkan sikap Kapolsek Karang Tengah, seolah-olah wartawan yang memeras itu berasal dari SKM Buser. Itu sama sekali tidak benar. Mereka memalsukan ID Card SKM Buser,” kata Haji Roy selaku Dewan Penasehat SKM Buser yang dipimpin Elvin Caeni kepada wartawan, kemarin. Cara-cara seperti ini, jelas merugikan SKM Buser,” ujarnya.

“Tidak ada seorang pun yang ditangkap itu sebagai wartawan SKM Buser yang beralamat di Jalan Anugerah No. 30, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Sekarang berita pemerasan itu menjadi viral di media sosial. Ini kan merusak nama baik SKM Buser. Apalagi, Kapolsek Karang Tengah dalam laporannya ke Kapolres Cianjur juga menyebutkan kasus pemerasan melibatkan oknum wartawan dari Media Surat Kabar Buser,” ujarnya.

“Kami tidak melindungi siapa pun. Jika memang ada oknum wartawan yang memeras atau melakukan tindak pidana, silakan saja diproses secara hukum. Yang kami sayangkan, media kami disebut-sebut, padahal mereka bukan wartawan SKM Buser,” kata dia.

Empat oknum wartawan mingguan itu diciduk Satreskrim Polsek Karang Tengah Cianjur. Diduga, keempatnya memeras seorang warga, hingga puluhan juta rupiah, satu di antaranya tidak bisa membaca dan menulis.

Kapolsek Karang Tengah, Kompol Agus Jamaludin, mengatakan, mereka hanya bermodal kartu ID Card media surat kabar terbit mingguan, dan berhasil mengelabui korbannya, hingga mengantongi uang sekitar Rp 31 juta.

Oknum wartawan tersebut, HP, GG, AS, dan HA. Dalam aksinya, kata Agus Jamaludin, mereka mengintai orang-orang yang keluar-masuk hotel, lalu difoto, kemudian dibuntuti. Setelah mengetahui korban selingkuh, mereka pun mengancam memuat berita perselingkuhan tersebut. Karena korban ketakutan, akhirnya damai dan korban terpaksa memberi uang Rp 31 juta untuk tidak diberitakan.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, kartu identitas wartawan, lencana berlambang polisi, dan barang bukti lainnya. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku dijerat Pasal 368 Ayat 1 KUHP, dengan ancaman 9 tahun penjara,” kata Agus. (Patar)

banner-we_728x90.jpg