Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Blokir Jalan

85

YOGYAKARTA – wartaexpress.com – Kebijakan pemerintah dengan menaikkan harga BBM sudah pasti menuai kritik. Pasalnya, pemerintahan yang baru berjalan beberapa bulan sudah beberapa kali mengeluarkan kebijakan yang memicu pada kenaikkan berbagai bahan pokok.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar hari ini, mendapat penolakan dari mahasiswa di Yogyakarta. Aksi penolakan dilakukan mahasiswa dengan memblokir jalan dan membakar ban bekas di pertigaan perjuangan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (28/3) sore.

Para mahasiswa kenaikan harga premium dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.300 per liter dan solar dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900 per liter merupakan bentuk ketidakberpihakan pemerintah terhadap rakyat.

“Kenaikan harga BBM justru semakin menyengsarakan rakyat miskin. Janji-janji akan menyejahterakan rakyat justru malah sebaliknya. Ini adalah buktinya pemerintah tidak peduli dengan rakyatnya,” kata Arman, Koordinator Umum Aksi dalam orasinya.

Dia menilai tindakan pemerintah menaikkan harga BBM disaat harga minyak dunia menurun adalah tindakan irasional. Dia pun meminta Presiden Jokowi untuk memikirkan ulang keputusan pemerintah tersebut.

“Pikirkan itu Jokowi! Rakyatmu sengsara karena kebijakanmu,” tuturnya.

Dia mengingatkan bahwa yang paling merasakan dampak dari kenaikan harga BBM adalah rakyat kecil lantaran kenaikan harga BBM sudah pasti akan membuat harga-harga sembako dan kebutuhan pokok rakyat juga ikut naik.

“Kalau Jokowi dan para politisi di Senayan naik harga seribu tidak ada artinya, tapi bagi rakyat kecil, bagi kami, kenaikan seribu rupiah membuat hidup semakin susah dan sengsara. Jangan bilang kalau didukung partai wong cilik kalau tidak tahu penderitaan wong cilik,” tegasnya.

Kondisi aksi sempat memanas ketika mahasiswa mulai membakar ban bekas. Beberapa pengguna jalan pun mengeluh akibat kemacetan panjangan yang terjadi saat jalan diblokir mahasiswa.

banner-we_728x90.jpg