Sutrisno: Robohnya Pasar Tegowanu, TP4D Juga Harus Bertanggung Jawab

91

GROBOGAN – wartaekspres.com – Kejadian robohnya teras depan Pasar Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang terjadi pada hari Minggu (8/7/2018) lalu, ternyata ditanggapi banyak kalangan, karena kejadian tersebut baru terjadi di salah satu kabupaten terbesar ini.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Kalijaga 82, Sutrisno misalnya, saat dimintai tanggapan terkait Proyek Pasar Tegowanu bantuan dari Kementerian yang memakan anggaran hampir 6 miliar tersebut, dikerjakan oleh PT Reksananta milik Bambang Bejo, dari Kabupaten Pati, diduga syarat akan KKN. Karena sejak awal pengerjaan kontruksi sudah tidak sesuai, sehingga kwalitasnya tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.

Menanggapi hal robohnya pasar, Sutrisno mengatakan, bahwa sasus robohnya teras Pasar Tegowanu, sungguh sangat mengagetkan semua pihak, apalagi pasar tersebut dibangun dengan anggaran yang sangat tinggi, hampir 6 miliar yang sumber dananya dari Kementerian, dengan ukuran pasar hanya segitu, tentu kita semua bertanya-tanya, anggaran sebesar itu kwalitasnya sangat memperihatinkan,

“Saya yakin pembangunan pasar tersebut syarat dengan KKN, karena info yang saya terima ada dugaan keterlibatan orang dalam di Disperindag Grobogan yang ikut dalam penyuplai barang dan meneruskan pengerjaan tersebut,” jelas Sutrisno saat ditemui di kantornya.

Sutrisno juga menegaskan, atas robohnya Pasar Tegowanu, sebagai pengawas yang ditunjuk yaitu TP4D, juga harus bertanggung jawab penuh, karena sebagai pengawas lalai dalam melakukan tugasnya.

TP4D selaku pengawas juga harus dimintai pertanggung jawaban, sampai dimana kepengawasannya selama ini, apakah hanya mengawasi pembangunannya saja tanpa melihat kwalitas, kalau TP4D mengawasi betul-betul dan benar, tentu hal ini tidak akan terjadi, ujar Sutrisno.

“Jadi, di sini ada apa, untungnya tidak ada korban jiwa, coba kalau pas hari pasaran, beda lagi kejadianya, karena masyarakat yang pergi ke pasar terkadang menaruh dagangan di teras tersebut,” tegasnya.

Selain hal di atas, proyek Pasar Tegowanu yang dikerjakan oleh PT Reksananta tersebut, masih memiliki tanggungan kepada para pekerja, karena hingga sekarang masih banyak yang belum dibayar upah kerjanya. (Tim WE)

banner-we_728x90.jpg