Silsilah Kemashuran Sang Maharaja Kutai Mulawarman

872

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

Perjalanan Sejarah Kerajaan di Muara Kaman dari tahun 0017 Masehi dengan berdirinya Lembaga Kerajaan Kutai Mulawaraman di Kabupaten Kutai Kartanegara kembalinya Kerajaan Kutai Mulawarman sebagai Pewaris Budaya Kerajaan Tertua di Nusantara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dimulai dengan didaulatkannya Maharaja Kutai Mulawarman pada Upacara Adat Mulawarman, tanggal, 3 s/d 9 September 2002 di Muara Kaman dengan Dijenangkanya A. Iansyahrechza. F gelar Maharaja Srinala Praditha Alpiansyahrechza Fachlevie Wangsawarman bin Maskoer, gelar Maharaja Srinala Prabu Wangsa Warman.

Silsilah dimulainya Kerajaan Kutai kuno yang disebut Kerajaan Sagara Malaya di Tebalariung dari tahun 0017-0350 Masehi:
1. Minak Puan Samburakai berputra Puan Minak Mampi.
2. Puan Mampi beristerikan Puan Tahani berputrakan Puan Pihatu
3. Puan Pihatu beristeri Puan Putri Tumbau melahirkan Puan Meretam
4. Puan Meretam berputrakan Puan Tembayat
5. Puan Tembayat berputrakan Puan Seredang dan Puan Seredang memiliki anak perempuan bernama Puan Putri Gamboh alias Puan Gabok yang diperisteri oleh Bangsawan Raja Cam bernama Cri Ga Dong Ga (Maharaja Sri Kudungga).

Silsilah Kerajaan Kutai beribukota di Martapura Muara Kaman dari tahun 350-1605:
1. Mitrongga keturunan Warga Sungga Raja dari Negeri Magada (India Selatan sekarang), yang melahirkan Atwangga Raja Bakulapura (Kalimantan), yang berputrakan antara lain :
– Maharaja Kundungga menjadi Raja Bakulapura di Naladwipa (Kalimantan sekarang).
– Maharaja Selendra Radjendrawarman menjadi raja pertama di Negeri Perak di Campa (Kamboja sekarang).

2. Atwangga adalah Raja Bakulapura (Kalimantan), anak Mitrongga keturunan Warga Sungga Raja dari Negeri Magada Kawin dengan kakak Permaisuri Dewawarman VII yang melahirkan Putri Spatikarnawa diperisteri oleh Dewawarman VIII (Prabu Dhrmawirya Dewawarman Salakabhuwana) melahirkan anak antara lain :
– Mahaputri Dewi Minawati gelar Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi diperisteri Maharesi dari Wamsa Salankayana di Bharata Raja Tarumanegara I gelar Jaya Singawarman atau Guru Darmapurusa, yang melahirkan Purnawarman Raja Tarumanegara II.

Adapun saudara Purnawarman satu ibu :
– Mahadewi Harinawarmandewi bersuami pedagang kaya di Bharata.
– Candrawarman menjadi Duta Kerajaan Tarumanegara di Kerajaan China.

Adapun adiknya lain ibu antara lain :
– Sang Gajahwarman menjadi Duta Kerajaan Tarumanegara di Sumatera
– Sang Padmawarman Duta Kerajaan Tarumanegara Di Srilangka
– Sang Barunawarman menjadi Menteri Panglima Laut Tarumanegara
– Sang Sukretawarman menjadi Hakim Kerajaan Tarumanegara.

Catatan : Dewawarman VII yang melahirkan Putri Spatikarnawa diperisteri oleh Dewawarman VIII (Prabu Dhrmawirya Dewawarman Salakabhuwana) melahirkan Maharaja Aswawarman saudara ibu Maharaja Purnawarman yang kawin dengan putri Kudungga Penghulu (Raja Bakulapura) di Kalimantan juga bersaudara dengan Mahaputri Dewi Indari dan Maharaja Dewawarman IX.

Catatan : Bahwa Dewawarman VII bersaudara dengna Gopala Jayengrana dan Putri Gandhari Lengkaradewi putra putri dari Dewawarman VI yang kawin dengan Putri Dari Bharatanagari, adapun Dewawarman VII memperisteri seorang bernama Putri Candralocana, inilah nantinya akan menurunkan raja-raja di Pagaruyung Sumatera dan raja-raja Melayu di Jambi dan Malaysia.

3. Kudungga di tahun 350 Masehi menjadi Raja Bakulapura dengan gelar Maharaja Sri Kundungga anak dari Atwangga cucu dari Mitrongga keturunan warga Sungga Raja dari Negeri Magada kawin dengan Putri Gamboh gelar Mahasuri Sri Gabok anak Puan Serdang Raja Melaya di dekat Negeri Singkarak di utara Pulau Kalimantan dan atas perkawinan tersebut lahirlah 5 orang putri antara lain:
– Mahaputri Karang Kelungsu.
– Mahaputri Ragel Mayang.
– Mahaputri Ragel Kemuning.
– Mahaputri Ragel Mayang Sari.
– Mahaputri Seri Gari bergelar Mahasuri Seri Gari

4. Mahasuri Sri Gari anak Kudungga Raja Bakulapura di Tebalarung (Tebalai Indah sekarang) dengan gelar Maharaja Sri Kundungga kawin dengan Aswawarman anak Raja Salakanegara Danawarman Ke VIII yang mendapat hadiah sebidang tanah dari Maharaja Kudungga daerah tersebut bernama Qwitaire Maradapur (Kutai Martapura) atas perkawinan tersebut lahirlah anak antara lain :

– Wamseragen gelar Maharaja Sri Mulawarman Nala Dewa yang membangun Istana di daerah Tepian Batu (Berubus) Tanjung Gelumbang serta atas anugerah ayahdanya Aswawarman dalam kurban Agastya di Kutai Martapura tepi Sungai Mahakama, Maharaja Sri Mulawarman diberi hak Memerintah dari tahun 400-446 Masehi, dan membangun Pesangrahan Tiang Kayu Besi (Telihan Sepuhun) di Tanjung Serai dan tempat pemujaan Pure atau 9 Candi di Gunung Berubus (Benua Lawas) Maka Sepanjang Sejarah Raja Mulawarman Pernah Melaksanakan Kurban diantaranya Bahuswarnakam, Waprakswara, Kalpataru, Jiwandana dan Bahagrata dengan bukti pendirian 7 buah Prasasti Yupa dan pendirian Yoni serta Tiang Batu dikenal dengan Lesung Batu dan gerbang Istana dari Batu Merah dengan dua ekor Patung bernama Lembu Ngeram sebagai lambang kerajaannya bermoto Tuah Emba Arai, dan dari semua bangunan serta kurban ini menandakan Raja Mulawarman menjadi raja kuat dan berkuasa dan dialah raja pertama Kutai Martapura (Muara Kaman).

– Wamsajenjat bergelar Maharaja Dijayawarman memperisteri Putri Raja Campa (sempat menjadi Raja Campa), kemudian membangun Kerajaan Negeri Perak di Malaya dan terkenal dengan nama Gemilang Kaca dan menurunkan Raja Sriwidajaya di Sumatera (584 Masehi). Adapun turunanya terkenal antara lain Dapunta Hiyang dan Darma Setu.

– Wamsateku gelar Maharaja Gunawarman kawin dengan Putri Raja Tarumanegara dan menjadi bangsawan di Tarumanegara.

5. Maharaja Sri Wangsawarman adalah Putra Maharaja Sri Mulawarman yang menjadi raja di Muara Kaman dari tahun 446-495 Masehi, yang menurunkan raja-raja Kutai Martapura antara lain Maharaja Mahawidjaya Warman memerintah 495-543 Masehi, Maharaja Gaja Yanawarman memerintah 543-590 Masehi, Maharaja Wijaya Tungga Warman memerintah 590-637 Masehi, Maharaja Jaya Tungga Nagawarman memerintah 637-686 Masehi, Maharaja Nala Singawarman memerintah 686-736 Masehi, Maharaja Nala Perana Tunggawarman Dewa memerintah 736-783 Masehi, Maharaja Gadinggawarman Dewa memerintah 783-832 Masehi, Maharaja Indrawarman Dewa memerintah 832-879 Masehi, Maharaja Singa Wiramawarman Dewa memerintah 879-926 Masehi, Maharaja Singa Wargala Warmandewa memerintah 926-972 Masehi.

6. Maharaja Singa Wargala Warmandewa memerintah 926-972 Masehi. Dan melahirkan anak antara lain :
– Maharaja Cendrawarman Dewa Menjadi Raja Kutai Martapura memerintah Dari 972-1020 Masehi yang melahirkan Maharaja Prabu Mula Tunggal Dewa.
– Maharaja Diradja Jayawarman kawin dengan Putri Raja Sriwidjaya di Siguntang Mahameru di Sumatera menjadi raja di sana.

7. Maharaja Prabu Mula Tunggal Dewa memerintah Kutai Martapura dari 1020-1069 Masehi) melahirkan anak antara lain :
– Maharaja Nala Indra Dewa yang melahirkan Aji Putri Pidara Putih yang kemudian menjadi Raja Kutai Martapura dengan gelar Maharatu Mayang Mulawarni yang berperang dengan Pangeran dari China bangsa Thai akibat perbedaan tatakerama (Adat Istiadat).
– Mahaputri Nilaperkastiawati Dewi diperisteri oleh Raja Pakwan Padjajaran bernama Hing Giling Wesi yang bergelar Prabu Wisnu Dewata Murti dalam tahun 1030 Masehi.
– Maharaja Indra Mulia Tunggawarman Dewa menjadi Raja Kutai Martapura.

8. Maharaja Nala Indra Dewa memerintah dari tahun 1069-1117 Masehi dan digantikan oleh putrinya Maharatu Mayang Mulawarni memerintah 1117-1166, dan digantikan adiknya Maharaja Indra Mulia Tunggawarman Dewa dari tahun 1166-1214 Masehi.

Adapun putranya antara lain :
– Maharaja Srilangka Dewa menjadi Raja Kutai Martapura Muara Kaman melahirkan Maharaja Guna Perana Tungga menjadi Raja Kutai Martapura. Dan adinda seorang putri bernama Mahaputri Natadewi Kencanapuri diperisteri oleh Ape Bongan Tana alias Sangkariak Kebon Putra Gah Bongan dan isterinya Gah Bonggek adalah putra Raja Bola Bongan Dayak Benuaq Isui di Jempang Sungai Ohong. Yang mana rajanya bernama Hirong Soga Tana yang kelak memiliki cucu bernama Geregas Pati Atau Aji Tulur diangkat anak Sangkariak Kebon, pendiri Kerajaan Pinang Sendawar di Melak menyatukan Benuak dan Tunjung.

– Panji Sengiyang memperisteri Putri Surak dari Indu Anjat yang berdiam di Lamin Juno di daerah Batang Lunang (Perian) menjadi Adipati di sana dan melahirkan anak bernama Aji Seranding Dipati I, dan beristeri anak Raja Melayu bernama Puan Metam saudara Petinggi Hulu Dusun bernama Babu Jaluma, melahirkan Aji Seranding Dipati II bersaudara pula dengan Aji Putri Karang Melenu yang diangkat anak oleh Petinggi Hulu Dusun Babu Jaluma yang dikawinkan dengan adik Raja Majapahit Reden Wijaya gelar Kartaradjasa Jaya Wardana, yang lain ibu bernama Raden Kusuma yang diangkat Batara (Pimpinan Militer Kerajaan Majapahit di Tunjung Kute) kemudian menjadi Adipati di Hulu Dusun (Tepian Batu) Kutai Lama di Tanjong Rirwana setelah menjadi Hamangku Bumi Jahitan Layar Raden Kusuma anak Lembuntal, cucu Mahisa Wonga Telong Putra Ken Arok dan Ken Dedes Raja Singosari ini bergelar Aji Batara Agung Dewa Sakti alias Meruhum Aji Mangkat, (Menjadi Raja Kutai Kartanegara pertama)

Martapura dalam tahun 1265-1325 Masehi yang melahirkan putra antara lain :
– Tan Reniq bergelar Maharaja Widjaya Warman memerintah Kutai Martapura dari tahun 1337-1373 Masehi. Karena terjadi perebutan kekuasan, maka Kerajaan Kutai Martapura dipegang oleh Dewan Naladuta dari tahun 1325-1337. Dan Tan Reniq dewasa menjadi Raja di Kutai Martapura yang melahirkan Maharaja Indra Mulia memerintah dari tahun 1373-1407 Masehi. Yang bermuhibah ke Kutai Kartanegara dan ke Majapahit bersama rombongan dengan Kapal Laut.

– Mahadewi Randayan Bunga bersuamikan Naga Salik alias Kemuduk Bengko Raja Larak Kota (Rantau Batu Gonali) anak dari Kemuduk Suma. Dan atas perkawinan Mahadewi Randayan Bunga bersuamikan Naga Salik alias Kemuduk Bengko Raja Larak Kota, inilah yang melahirkan Muk Bandar Bulan diperisteri oleh Geregas Pati alias Aji Tulur Dijangkat Penyatu Tunjung Benuak disebut Tok-Nyoi).

– Mahaputri Indra Perwati Dewi yang diperisteri oleh Aji Batara Agung Paduka Nira anak Raden Kusuma dan Aji Putri Karang Melenu perkawinan ini di Bunga Lo Mengkaying maka putri mendapat gelar Aji Paduka Suri atau Mahasuri di Bengalon.

Terjadinya Perebutan Kekuasan Diantar Kutai Martapura Dan Kutai Kartanegara Dari Tahun 1325-1605
Anak-anak Maharaja Guna Perana Tungga mulai memperebutkan hak kekuasaan, sementara Dewan Nala Duta memegang pemerintahan di Kerajaan Kutai Ibukota di Martapura mempertahankan, bahwa Mahaputri Indra Perwati Dewi tidak berhak atas tahta kerajaan walaupun dia diperisteri oleh bangsawan dari Kutai Kartanegara yang berasal dari keturunan Raja Singosari (Raja Kartanegara) dan saudara Raja Majapahit (Jawa Timur). Dan Kerajaan Kutai di Martapura tidak mau tunduk dengan kekuasaan Majapahit, sehinga terjadi dua pemerintahan yang ada di Kutai yakni Kerajaan Kutai di Martapura Muara Kaman tidak diakui oleh Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Kutai Kartanegara di Jahitan Layar yang merupakan bagian Negara Majapahit.

Adapun Maharaja Nala Praditha melahirkan Maharaja Indra Parutha yang berputrakan antara lain:
1. Maharaja Dermasetiya.
2. Maharaja Setiya Guna.
3. Setiya Yuda Menjadi Raja Kutai Martapura Muara Kaman Terakhir
4. Panji Wening Pati Yang Memperisteri Putri Cindurmata Anak Raja Galuh (Jawa).

Di dalam sejarahnya pemerintahan ini disebut pemerintahan 3 Raja Sekalinobat, karena yang berperang dengan Belanda yang berpihak pada Kerajaan Kutai Kartanegara, maka di dalam pemerintahan di Kerajaan Kutai Martapura dibantu oleh Maharaja Setiya Yuda dan Maharaja Setiya Guna serta orang besarnya terdiri dari :
1. Perdana Menteri Ujung Nali.
2. Panglima Menteri Sri Tama.
3. Mahamenteri Puan Ajang (orang dari Negeri Serajang).
4. Menteri Ngabehi Cacu.
5. Mangkubumi Ki Narang Baya.

Silsilah di atas menyatakan perkawinan putri Puan Gamboh anak Raja Sagara di Malaya dan Kudungga (Keturunan India & Campa). Inilah perpaduan kekuatan Kerajaan Quetaire menjadi Silsilah Raja memerintah di Kerajaan-Kutai Ibukota di Martapura (Muara Kaman) Wamse Kerta Dinasty Wamsa Warman.
1. Maharaja Sri Kundungga alias Cri Gedongga 350-375
2. Maharaja Sri Acwawarman alias Wamsekerta 375-400
3. Maharaja Sri Mulawarman Naladewa alias Wamseragen 400-446
4. Maharaja Sri Wangsa Warman 446-495
5. Maharaja Maha Wijaya Warman 495-543
6. Maharaja Gaja Yana Warman 543-590
7. Maharaja Wijaya Tungga Waraman 590-637
8. Maharaja Jaya Tungga Nagawarman 637-686
9. Maharaja Nala Singawarman 686-736
10. Maharaja Nala Perana Tungga Warmandewa 736-783
11. Maharaja Gadingga Warmandewa 783-832
12. Maharaja Indra Warmandewa 832-879
13. Maharaja Singa Wirama Warmandewa 879-926
14. Maharaja Singa Wargala Warmandewa 926-972
15. Maharaja Cendera Warmandewa 972-1020
16. Maharaja Prabu Mula Tunggaldewa 1020-1069
17. Maharaja Nala Indradewa 1069-1117
18. Maharatu Mayang Mulawarni alias Putri Aji Pidara Putih 1117-1166
19. Maharaja Indra Mulia Tungga Warmandewa 1166-1214
20. Maharaja Sri Langgkadewa 1214-1265
21. Maharaja Guna Perana Tungga 1265-1325
22. Maharaja Nala Duta (Dewan Raja Perwalian) 1325-1337
23. Maharaja Puan Reniq gelar Wijaya Warman 1337-1373
24. Maharaja Indra Mulia 1373-1407
25. Maharaja Sri Ajidewa 1407-1425
26. Maharaja Mulia Putra 1425-1453
27. Maharaja Nala Praditha 1453-1509
28 Maharaja Indra Parutha 1509-1534
29. Maharaja Derma Setiya 1534-1605

Silsilah Keturunan Maharaja Kutai Mulawarman Muara Kaman dari tahun 1605-sekarang pemelihara Purus Tali Penjutaian diantaranya :
30. Nala Perana (Adipati)
31. Nala Singga (Adipati)
32. Singa Yuda (Adipati)
33. Nala Marta (Adipati)
34. Nala Mayang (Adipati)
35. Lingka Gelar Nala Pati (Penjawat Purus)
36. Danda Gelar Nala Guna (Penjawat Purus)
37. Maja Gelar Nala Raja Tuha (Penjawat Purus)
38. Salong Gelar Nala Mayang (Penjawat Purus)
39. Kerincing Gelar Srinala Wangsa Warman (Penjawat Purus)
40. Jamal Gelar Srinala Wangsa Dipura (Penjawat Purus)
41. Dedong Gelar Maharatu Indra Mulia Sadewi (Penjawat Purus)
42. Maskoer Gelar Maharaja Srinala Prabu Wangsawarman. (Penjawat Purus)
43. Alpiansyah Gelar Maharaja Srinala Praditha Alpiansyahrechza Fachlevie Wangsawarman (Kepala Adat Besar) Pemangku Adat, Raja Kuasa wilayah di Pertuan Agung.

banner-we_728x90.jpg