Sambil Berpuasa Mahasiswa Sorong Galang Dana Untuk Korban Tumor Dari Raja Ampat

52

KOTA SORONG – wartaekspres.com – Peduli kemanusiaan, sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda di Sorong Raya yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusian (APK) menggalang dana untuk membantu pasien Tumor, Yohanis Teftae asal Raja Ampat.

Perempatan lampu merah Remu Sorong, dipenuhi puluhan mahasiswa dan pemuda Sorong Raya sejak jam 09.00 WIT, mereka berpencar di setiap ruas jalan sambil memegang karton, mengharapkan uluran tangan masyarakat Kota Sorong, guna membantu Yohanis Teftae, penderita tumor di lutut yang sedang mengalami kesulitan berobat.

Yohanes Teftae, merupakan seorang pemuda asal Kampung Pam, Raja Ampat, yang tidak mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, kemudian mencari alternatif pengobatan di Kota Sorong. Melihat hal ini, sejumlah organisasi mahasiswa seperti GMNI, PMII dan AMI tergerak rasa kemanusiaannya untuk membantu Yohanis dengan menggalang dana kemanusiaan.

Di Kota Sorong, Yohanes disuruh untuk memilih salah satu rumah sakit dari tiga rumah di Manado, Makassar dan Bali untuk dirujuk, namun mengalami kendala ekonomi, keluarga Yohanes hanya pasrah menunggu keajaiban Tuhan.

“Melihat hal ini, organisasi Anak Muda Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sorong, merasa prihatin dan tergerak kemanusiaannya untuk membantu Yohanes Teftae dengan menggalang dana guna membantu Yohanes, agar dapat dirujuk ke salah satu rumah sakit yang ditetapkan,” ujar Mohamad Yasi Alsam, pengurus AMI Papua Barat.

“GMNI yang terlibat langsung turun ke jalan karena tergerak hati untuk melaksanakan misi kemanusiaan menolong Yohanes Teftae, dan diharapkan dengan aksi ini, masyarakat Sorong Raya tergerak hati untuk mensukseskan operasi tumor yang diderita Yohanes Teftae,” kata Sekretaris GMNI,Tamalur Tiblola.

Menurut Tamalur, aksi kemanusiaan ini juga merupakan wujud dari toleransi dan ibadah puasa, dimana sebagian besar mahasiswa dan pemuda yang terjun langsung di jalan sedang berpuasa, mereka mengalami panas dan debu di jalan hanya untuk mengusung misi kemanusiaan guna membantu Yohanes Teftae.

APK berharap kepada Pemerintah Raja Ampat maupun pemerintah di Sorong Raya untuk memberi perhatian khusus kepada korban-korban seperti Yohanes Teftae ini, karena mahasiswa akan selalu turun ke jalan untuk menyuarakan misi kemanusiaan seperti ini.

Pemerintah Raja Ampat memiliki visi Kesehatan Gratis-Raja Ampat Sehat, namun faktanya, warga Raja Ampat seperti Yohanes Teftae, harus mencari pertolongan ke Kota Sorong. Aliansi Peduli Kemanusian berencana turun jalan untuk menggalang dana bagi Yohanes Teftae, selama dua hari, yakni tanggal 18-19 Mei 2018. (Toman)

banner-we_728x90.jpg