Ribuan Pengunjung Memadati Bandengan, Pungli Tiket Merajalela

47

JEPARA – wartaekspres.com – Meskipun sudah memasuki Lebaran H+6, namun masyarakat masih memadati beberapa tempat wisata untuk mengisi liburan bersama keluarga, tidak terkecuali di Pantai Pasir Putih Bandengan, Jepara, Jawa Tengah.

Banyaknya pengunjung yang memadati kawasan wisata Bandengan, ternyata dimanfaatkan beberapa oknum penjaga tiket yang berada di gerbang masuk untuk melakukan pungli, dimana jumlah tiket dan harga yang dikenakan kepada pengunjung tidak sesuai dengan apa yang sudah diumumkan di baliho sebelah pintu masuk.

Sujianto, salah satu pengunjung dari Kabupaten Magetan, Jawa Timur menjelaskan, bahwa dirinya jauh-jauh datang bersama keluarga menggunakan mobil untuk liburan ke Bandengan, tetapi saat membeli tiket semua orang yang di dalam dimintai Rp. 70.000, dan diberi hanya tiket 3 lembar, setelah dirinya minta lagi tiket sisanya, disuruh tambah Rp. 20.000 dan langsung dikasih tiket 9 lembar.

“Saya tadi sempat emosi saat di pintu masuk, masa dalam mobil 5 orang dewasa, anak bayi satu dan 2 anak berumur 3 tahun suruh bayar penuh, dan hanya dikasih tiket 3 lembar, setelah saya minta suruh tambah 20 ribu, tapi saya kasih 10 ribu,” ujarnya

Menurut Sujianto, kalau dibiarkan terus menerus, berapa juta dalam sehari masuk kantong pribadi yang tidak disetorkan ke Pemda, petugasnya pinter termasuk bermain dengan sobekan tiket. P”adahal di situ ada aparat yang menjaga, kasihan masyarakat lainnya, mau liburan malah dikerjain sama petugas tiketnya,” ungkap Jianto, Rabu (20/06/2018).

Hal yang sama juga diutarakan Gunawan, Pempinan Redaksi Koran Warta Ekspres, yang saat itu mengantar keluarga mengatakan, bahwa dirinya sengaja tidak mengeluarkan identitasnya saat berkunjung ke Bandengan, karena ingin mengetahui pungli yang ada di Bandengan berupa permainan tiket masuk.

“Sepertinya pungli tiket di Bandengan sengaja dibiarkan, dan saya yakin itu sudah berlangsung lama, bayangkan saja, jika sehari 100 tiket tidak disobek, sudah berapa dan dikalikan setiap hari, Dinas Pariwisata harus tegas terhadap petugas seperti itu, jangan hanya menonton dan nunggu laporan, kalau perlu sidak menyamar jadi orang biasa,” tegasnya.

Memang pungli tidak bisa lepas dari para oknum-oknum nakal, akan tetapi jika diawasi dengan baik dan benar, tentu hal tersebut bisa dicegah dan diatasi. (Gun)

banner-we_728x90.jpg