A Rauf: Setelah Pemeriksaan Richard Christoforus, Baru Tuntutan

170
Jaksa Penuntut Umum, A Rauf

JAKARTA – wartaekspres.com – Sidang lanjutan kasus pemalsuan surat dengan terdakwa Richard Christoforus digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/02/2018). Ketua Majelis Hakim Kartim Haeruddin, membuka persidangan dengan menghadirkan terdakwa di persidangan, dan hakim menyatakan sidang dibuka untuk umum.

Gelaran Sidang kali ini dengan agenda pemeriksaan terdakwa, dan menghadirkan hasil laboratorium forensik dari Mabes Polri.

Karena kondisi Richard yang sedang sakit, maka Teguh Samudera, selaku kuasa hukum terdakwa mengatakan, bahwa saat ini Richard, tidak dapat diperiksa dikarenakan sedang sakit.

Dalam proses persidangan itu, Ketua Majelis Hakim Kartim Haeruddin, mempersilakan kepada Jaksa Penuntut Umum, A Rauf, untuk menghadirkan hasil laboratorium forensik dari Mabes Polri.

Namun Jaksa Penuntut Umum, A Rauf mengatakan, bahwa penetapan hasil laboratorium forensik, tanggal 7 Februari 2018, dan 9 Februari 2018 belum ada hasil dari penetapan laboratorium forensik. “Tanggal 12 Februari 2018, kami melakukan koordinasi, dari pihak laboratorium forensik belum juga ada hasilnya,” ujar Rauf.

Selanjutnya Kartim, mengatakan bahwa ini menjadi tugas Jaksa, membawa hasil laboratorium forensik sebelum diputus (vonis) oleh majelis hakim sebaiknya diupayakan. “Kecuali ada surat tertulis hasil laboratorium forensik, karena penetapan hasil laboratorium forensik dibuat secara tertulis dan baiknya dijawab juga secara tertulis,” terang Kartim.

Richard Christoforus duduk di kursi terdakwa

Majelis Hakim Kartim, menyatakan persidangan ini tidak dapat dilanjutkan dan ditunda Minggu depan.

Selesai sidang, Jaksa Penuntut Umum, A Rauf, dalam wawancara mengatakan kepada wartaekspres.com, bahwa yang pertama kondisi kesehatan terdakwa kurang sehat. “Kalau kondisi terdakwa kurang sehat ya jelas tidak bisa diteruskan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Rauf, terkait hasil laboratorium forensik, tetap masih diupayakan. “Karena kami berkoordinasi secara langsung kepada pihak Laboratorium Forensik Mabes Polri, nantinya akan dijawab secara lisan, dan meskipun tadi di persidangan kita diminta jawaban secara tertulis tentang keberadaan hasil laboratorium forensik,” terang Rauf.

Saat ditanyakan tentang surat pernyataan ikut diperiksa di Laboratorium Forensik? Kepada wartawan Rauf menjelaskan, bahwa surat pernyataan tidak ikut diperiksa, yang diperiksa hanya surat penetapan, yang ditetapkan oleh majelis hakim pada sidang Minggu lalu, ujarnya.

Terkait pertanyaan wartawan tentang tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, A Rauf mengatakan, setelah pemeriksaan terdakwa, tutup Rauf singkat.

Awalnya, kasus ini merupakan perkara Perdata dan PTUN yang telah dimenangkan Christoforus Richard‎ di tingkat kasasi. Kemudian Christoforus Richard‎ Christoforus, dipidanakan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan surat dakwaan melanggar Pasal 263 KUHP, terkait pemalsuan surat, yaitu surat pernyataan penguasaan 2 bidang tanah seluas 6,9 ha dan 7 ha di wilayah Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. (JRB/JT)

banner-we_728x90.jpg