PTIK Angkatan 75 Gelar Seminar Peran Polri Dalam Penanganan Kampanye Hitam

21

JAKARTA – wartaekspres.com – Kegiatan Seminar Kuliah Mahasiswa PTIK Angkatan 75 yang dilaksanakan pada Kamis 6 Desember  2018, bertempat di Auditorium yang berlangsung sejak 09.00 sampai dengan 14.00 WIB.

Seminar Kuliah Mahasiswa PTIK Angkatan 75 ini mengambil tema “Peran Polri dan Intansi Terkait Dalam Penanganan Kampanye Hitam (Black Campaign) di Media Sosial Pada Pemilu 2019”.

Acara seminar  dibuka oleh Direktur Program Sarjana STIK Brigjen Pol Drs. Budi Siswanto, MH, dan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Seminar, Mhs Rendi Johan Prasetya.

Seminar tersebut menghadirkan Keynote Speaker Ketua KPU Arief Budiman, dipandu oleh Moderator, News Anchor Metro TV Silvia Iskandar, dengan menghadirkan beberapa narasumber antara lain Kasatgas Nusantara Irjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si, Kabag Teknis Pengawasan Pemilu Bawaslu Harimurti Wicaksono, Karo Multimedia Div Humas Polri Brigjen Pol Drs. H. Budi Setiawan, MM, dan Guru Besar UI Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si, M.Sc, Ph.D.

Ketua KPU Arief Budiman dalam pidatonya menyatakan, bahwa pemilih milenial sebanyak 78 juta yang terbiasa sebagai pengguna medsos, maka dari itu harus diatur tentang penggunaan medsos dalam kampanye. Medsos dapat menjadi alat untuk memanaskan suhu politik dan juga bisa mendinginkan suhu politik menjelang Pemilu 2019.

Sementara Karo Mulmed Divhumas Polri menyatakan, bawa peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam melawan black campaign dan hoax, media sosial bukan ruang privat tapi ruang publik. “Pastikan informasi itu benar dan bermanfaat untuk umum, jangan terpancing emosi, niat baik belum tentu berakhir dengan baik, keburukan bukan untuk disebar dan saring terlebih dahulu sebelum sharing,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Prof. Adrianus Meliala menyatakan, bahwa paslon yang menggunakan black campaign kemungkinan besar bukan diuntungkan malah bisa jadi akan kalah dalam kontelasi Pemilu.

Sementara Harimurti Wicaksono memaparkan tentang indeks kerawanan Pemilu sejumlah daerah di Indonesia, berdasarkan hasil dari penelitian Bawaslu.

“Indeks kerawanan Pemilu merupakan early warning bagi petugas terkait untuk mengambil tindakan, kewaspadaan dan pencegahan agar Pemilu berjalan dengan baik dan sukses,” ujar Harimurti Wicaksono. (Jay)

banner-we_728x90.jpg