Polisi Dalami Otak Di Balik Penyerangan PT. DAS

120

GUNUNGSITOLI – wartaekspres.com – Tiga hari pasca insiden penyerangan disertai pengerusakan yang dilakukan sekelompok orang, Direktur PT. Delada Agromas Samudera, Kristian Halim, resmi membuat laporan ke Mapolres Nias, Kamis (12/04) sore kemarin.

Dalam laporannya tersebut, Kristian meminta supaya polisi mengusut dan mengungkap otak pelaku di balik insiden penyerangan lokasi peternakan ayam petelur yang dikelolanya.

“Benar kemarin sore, (12/04), penyidik Polres Nias telah melakukan olah TKP di lokasi penyerangan. Dari sana, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, berupa pecahan kaca jendela dan batu yang diduga digunakan untuk melakukan pengerusakan,” kata Yulius Laoli, kuasa hukum Kristian Halim.

Lanjut Yulius, bahwa dalam laporan keliennya itu, polisi diminta untuk mengusut rangkaian kronologis dan mengungkap otak dibalik insiden penyerangan.

“Menurut saya, sebelum ada putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli yang berkekuatan hukum tetap, PT. DAS tidak dapat ditutup. Maka dari itu, saya yakin bahwa ada dalang dibalik insiden penyerangan. Atas insiden penyarangan dan pengerusakan tersebut, kelien saya mengalami kerugian materil yang mencapai ratusan juta. Tentu kondisi demikian bertentangan terhadap KUHP,” papar Yulius.

Sementara berdasarkan informasi dihimpun, PT. DAS yang bergerak dalam bidang peternakan ayam petelur, didatangi oleh ratusan orang, Senin (09/04), dengan membawa balok kayu dan batu.

Setibanya di lokasi, sekelompok orang yang berada dalam kerumunan itu langsung melakukan penyerangan dan pengerusakan terhadap kaca jendela, pakan ternak, bahkan unggas. (Van)

banner-we_728x90.jpg