Polisi Ciduk Pelaku Pembunuhan Di Nias

342

GUNUNGSITOLI – wartaekspres.com –  Kepala Kepolisian Resor Nias Daerah Sumatera Utara AKBP Deni Kurniawan, S.IK, MH, menetapkan 2 orang tersangka atas peristiwa pembunuhan korban pada Selasa (25/9/2018) sekira pukul 02.30 Wib malam, TKP Dusun I Desa Hiliduruwa, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara, Gunungsitoli, Selasa (9/10/2018) sore.

Hal itu diungkapkan Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK, MH, dari hasil pengembangan dan penyelidikan Polisi telah berhasil menangkap 2 orang pelaku dan menetapkan sebagai tersangka atas peristiwa pembunuhan tersebut.

Tersangka atas nama Hikmat Pasti Jaya Telaumbanua (24) alias Ama Rahel, warga Desa Hiliduruwa, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara berperan sebagai pemukul kepala korban hingga tewas.

Sementara tersangka lainnya atas nama Sama’adi Zega (48) alias Ama Firman, warga Desa Hiliduruwa, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara, tersangka berperan melempar wajah sebelah kiri korban menggunakan batu dan memukul kepala korban hingga tewas mengenaskan.

Korban atas nama Yudika Gea (39) alias Ama Frengki, pekerjaan PNS (guru sekolah) Dusun IV, Desa Banua Gea Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara.

Sebelumnya, kedua tersangka mengetahui korban berada di dalam rumah salah satu warga atas nama Yohana Delima Telaumbanua alias Ina Ito, sementara suami Yohana Delima Telaumbanua berada di luar Pulau Nias.

Kedua tersangka mendatangi rumah Ina Ito Telaumbanua bersama massa meminta agar korban ke luar dari rumah dan langsung mengepung rumahnya sambil menggedor agar membukakan pintu, sehingga korban naik di atas loteng karena secara tiba-tiba massa menerobos masuk ke dalam rumah Ina Ito, korban melompat ke arah jalan dekat parit, sementara kedua tersangka sedang menunggu korban di luar di samping rumah Yohana Delima Telaumbanua.

Tersangka Sama’adi Zega (48) alias Ama Firman, dan Hikmat Pasti Jaya Telaumbanua (24) alias Ama Rahel, melihat korban sudah melompat dari loteng untuk melarikan diri, tersangka langsung mengejar korban dan melakukan kekerasan kepada korban.

Setelah dilakukan kekerasan, sekuat tenaga korban berdiri sambil melarikan diri ke depan Balai Desa Hiliduruwa yang berjarak sekitar 25 meter dari rumah Yohana Delima Telaumbanua.

Melihat hal itu, beberapa warga mengejar korban sedangkan kedua tersangka tidak mengejar lagi melainkan meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dan membuang kayu serta batu yang digunakan tersangka, kemudian korban sempat dilarikan ke RSUD Gunungsitoli untuk mendapatkan perawatan medis.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, korban tidak bernyawa lagi sudah meninggal dunia dengan luka-luka di bagian kepala korban,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres Nias menegaskan, bahwa dalam peristiwa pembunuhan tersebut tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya, namun penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memanggil serta meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut, dan kedua tersangka telah ditahan di RTP Polres Nias sejak 6 Oktober 2018.

“Kepada tersangka dikenakan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e atau Pasal 170 ayat (2) ke-3e Subs Pasal 351 ayat (3) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” terang Kapolres Nias. (al)

banner-we_728x90.jpg