Poldasu Akan Kerjasama Dengan Polres Asahan Usut Dugaan Korupsi Di Dinas Pekerjaan Umum

160

MEDAN – wartaekspres.com – Jumat 11 Januari 2019, puluhan mahasiswa pemuda tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pemuda Islam Pejuang Anti Korupsi (Kompipak) yang terdiri dari Gerakan Muda Pejuang Pembaharuan Sumatera Utara (GMP2SU) Asahan, Ikatan Komunikasi Mahasiswa Asahan (IKMA), Aliansi Mahasiswa Islam Nusantara (AMIN) Asahan, Gerakan Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (Gempak) Asahan, Gerakan Mahasiswa Pemuda Islam Nusantara (Gempin) Asahan, melakukan aksi unjuk rasa damai di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Negeri Sumatera Utara terkait adanya dugaan KKN dan dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asahan.

Aksi yang kedua kalinya dilakukan massa Kompipak ini buntut dari tidak ditanggapinya laporan pada aksi unjuk rasa yang mereka lakukan di Asahan terkait dengan hal yang sama, yakni dugaan pungutan liar yang harus dibayar rekan kontraktor kepada Dinas Pekerjaan Umum Asahan.

Dugaan mark up anggaran pada anggaran pekerjaan di beberapa titik di Kabupaten Asahan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Asahan, serta proyek pekerjaan yang diduga penuh dengan unsur KKN karena tidak terpasang Plang Papan Proyek pada kerjaan yang sedang dijalankan.

Sebelumnya, massa yang sudah melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut tersebut melanjutkan aksi di depan Kantor Polda Sumatera Utara, meminta kerja nyata Kapolda Sumut untuk memberantas koruptor di Asahan, dikarenakan banyaknya temuan dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asahan.

“Kapolda melalui Dir Reskrimsus, diminta melakukan pemeriksa pembangunan yang dikerjakan Dinas PU Asahan khususnya Kecamatan Meranti dan Sei Kepayang,” ujar Rahman Syahputra Sirait.

Ketika diminta tanggapan oleh massa aksi, Kapolda Sumut yang diwakili oleh Humas Poldasu Kompol R. Silaen, mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Asahan yang telah membantu memantau dan melalukan kontrol sosial di Kabupaten Asahan.

“Ini akan saya sampaikan kepada Bapak Kapolda, dan kami akan tindaklanjuti serta meminta kerjasama kepada adik-adik, kami juga akan melakukan kerjasama melalui Direskrimsus dengan Polres Asahan untuk segera menyelidiki aspirasi yang menjadi laporan adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Mendengar tanggapan tersebut, orator mengatakan, kami akan terus bersinergi dengan Kapolda untuk memberantas kasus-kasus dugaan korupsi di Asahan. “Kami berharap agar secepatnya apa yang menjadi laporan kami untuk segera ditanggapi,” imbuh Rahman Syahputra Sirait.

Merasa puas, kemudian masa aksi melanjutkan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Negeri Sumatera Utara. (Erik)

banner-we_728x90.jpg