Peringati Hari Bhakti Ke 58 Kejari Lamteng Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

13

LAMPUNG TENGAH – wartaekspres.com – Dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa yang ke 58 tahun 2108 Kejaksaan Negeri Lampung Tengah menggelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di aula setempat, Rabu (11/07/08).

Kegiatan ini dimulai pukul 900 WIB yang diikuti oleh seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Lampung Tengah serta masyarakat lingkungan setempat.

Mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Tengah Edy Dikdaya, SH, M.Si, Kasie Intel Miryando Eka Putra, SH, MH, menegaskan terkait kegiatan Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke 58 tahun 2018.

Kasi Intel Miryando Eka Mewakili Kajari Edi Dikdaya, SH, mengatakan, bahwa kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan dalam rangka memperingati HUT Adhyaksa ke-58.

“Dalam kegiatan ini, kita bekerjasama dengaan Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung Tengah. Hasil dari donor darah ini nantinya kita berikan langsung kepada PMI untuk disalurkan ke rumah sakit yang membutuhkan,” terangnya. Rabu (11/7/2018).

Untuk diketahui, hingga pukul 13.00 WIB, PMI telah memperoleh 16 kantong, dari para pendonor darah di Kejaksaan Negeri Gunung Sugih.

Heri Administrasi PMI, menerangkan, bahwa dalam pengambilan darah atau seseorang yang ingin mendonorkan darahnya, harus dilakukan pengecekan riwayat penyakit dan kesehatanya terlebih dahulu. Jika tidak ada riwayat penyakit yang buruk dan kesehatannya bagus pendonor boleh mendonorkan darahnya.

Kemudian yang harus diingat, usia di atas 50 tahun, juga tidak dianjurkan mendonorkan darahnya tanpa adanya petunjuk dokter. Sebagaimana dari hasil pantauan, salah satu orang yang ingin mendonorkan darahnya, seperti Bustami (55), ia ditolak lantaran usianya yang sudah di atas 50 tahun dan riwayat yang juga tidak pernah melakukan donor darah.

“Jadi kesimpulanya yang bisa mendonorkan darahnya, itu dari usia 17-45 tahun. Kita tidak anjurkan umur di atas 45 tahun untuk donkr darah tanpa persetujuan dokter,” jelasnya.

Kemudian tambah Heri, apabila jika nantinya terdapat hasil darah yang sudah diambil ini terindikasi virus atau lain sebagainya, pendonor darah akan diinformasikan.

“Bila terdapat riwayat penyakit, dan dari hasil lab darah yang didonorkan terindikasi adanya virus penyakit, kita akan berikan tembusan ke Dinas Kesehatan agar diinformasikan kepada orang yang bersangkutan,” ujarnya.

Darah yang sudah diambil dari pendonor, ketika terindikasi terdapat virus maka kita musnahkan dengan cara dibakar. “Pemusnahan kita lakukan di RS. Demang Sepulau Raya, karena kita ada kerjasama di sana,” pungkasnya. (Iswan)

banner-we_728x90.jpg