Pangeran Mempawah : Jangan Jadi Bangsa Bermental Siluman, Para Capres Harus Mensyiarkan Kemanusiaan

35

MEMPAWAH – wartaekspres.com – HRH. Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo dari Kerajaan Mempawah mengkritisi kedua tokoh bangsa yang berpengaruh, yaitu Jokowi dan Prabowo.

“Saya menganggap, harap dapat mensyiarkan pentingnya menjadi manusia, agar bangsa ini tidak bermental siluman (siluman=separuh baik separuh buruk, separuh cinta separuh angkara),” ujarnya, Kamis (6/12/2018).

Menurut Pangeran Chandrarupa, bahwa banyaknya orang dengan pekerjaan hebat atau status sosial tinggi yang terkena kasus hukum dan melakukan kejahatan adalah orang yang lupa status utama sebagai manusia yang memiliki logika dan hati nurani, yang mesti dijadikan acuan dalam bersikap.

Hiruk pikuk keributan bangsa ini, lanjut Pangeran Chandrarupa, bermula dari pribadi yang lupa menjadi manusia. Sehingga dengan mensyiarkan pentingnya menjadi manusia, secara otomatis berefek pada sistem kontrol sosial yang kuat di masyarakat pada pentingnya memiliki nilai kemanusiaan.

“Menata sebuah bangsa dan negara, tidak cukup dengan sistem ketatanegaraan saja. Karena sistem ketatanegaraan tidak akan teraplikasikan jika manusia yang menjalakannya curang. Jika manusia yang menjalankan sistemnya tidak memiliki kesadaran tinggi akan tupoksi manusia, maka segala sistem dan norma arif akan diisolir, serta wawasan ilmiah akan disalahgunakan untuk legitimasi pemenuhan kebutuhan pribadi ataupun kelompok,” jelas Pangeran Chandrarupa Kerajaan Kerajaan Mempawah.

Dikatakannya, bahwa dengan adanya kesadaran status utama sebagai manusia itu, keributan politik pasti lebih tereliminir.

“Nantinya bangsa kita tidak akan saling hujat, karena perbedaan pandangan politik,” tutup Pangeran. (Pangeran Kapita Yang Terutama Kepangeranan Chandrarupanto Patani Shri Tiworo dan Pangeran Perbawa Budaya Kerajaan Mempawah)

banner-we_728x90.jpg