Ketua Partai Sebut Begal, Polisi Sebut Penganiayaan

71

NIAS SELATAN – wartaekspres.com – Kepolisian Resort Nias Selatan membantah keras informasi yang meluas di jejaring sosial Facebook terkait adanya kasus begal di wilayah Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, yang diposting oleh Ketua DPC PDI-P Nias Selatan, Siotarozisokhi Gaho alias Sio Gaho, melalui akun pribadi resminya.

“Kejadian tersebut bukanlah akibat pelaku begal ataupun perampokan seperti yang Bapak Sio Gaho posting di akun Facebooknya. Insiden itu peristiwa penganiayaan/pengeroyokan yang diakibatkan karena mabuk minuman keras,” ucap Kapolres Nias Selatan melalui Ps. Paur Subbag Humas, Brigadir Dian Octo Tobing, kepada wartawan, Senin (9/7/2018).

Brigadir Dian Octo menjelaskan, kronologis insiden tersebut yakni terjadi pada Sabtu (7/7/2018) malam di Desa Hiliamaeta Luo, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan. Kejadian tersebut berawal dari adanya acara pesta anak muda di Desa Hiliamaeta Luo. Di sela acara pesta tersebut kelima remaja mengisi acara dengan mengkonsumsi minuman keras jenis tuak.

Terjadilah salah paham antara pemuda Desa Hilinamazaua (korban) yang kebetulan datang ke Desa Hiliamaetaluo yang tersinggung akibat suatu perkataan. Puluhan pemuda mulai menghadang dan memukuli beberapa pemuda asal desa lain yang bertandang di Desa Hiliamaetaluo, hingga peristiwa pemukulan pun berlanjut di Desa Hilinafaoso.

“Perlu dikonfirmasikan, bahwa sebelumnya antara pemuda pendatang dengan pemuda setempat pada acara pesta tersebut sudah terjadi keributan, dan sempat didamaikan oleh beberapa tokoh masyarakat,” tuturnya.

Saat ditanyai Polisi, lanjut Brigadir Dian Octo, para korban mengatakan, bahwa mereka diajak ke sebuah lokasi pesta di desa lain untuk berjoget dan mengkonsumsi miras jenis tuak hingga terjadi adu mulut karena bersenggolan.

Ketika pulang dari pesta, di perjalanan mereka dikejar sejumlah pemuda dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam serta kayu, sehingga terjadi pembacokan, penganiayaan dan pengerusakan sepeda motor milik korban.

“Jadi itu kronologis sebenarnya. Mari tolak miras dan mari kita budayakan mencari tahu informasi yang benar suatu kejadian sebelum menyebarkan info tersebut kepada orang lain. Karena menyebar informasi Hoax serta menyebarkan informasi kebencian dan isu SARA dapat dijerat Undang-Undang UU ITE”, hal dari kejadian tersebut masih tahap proses penyelidikan Polisi,” pungkasnya.

Sebelumnya, akun Facebook milik Ketua DPC PDIP Nias Selatan (Sio Gaho) memposting dalam akun pribadinya terkait kasus begal yang terjadi di wilayah Hukum Polres Nias Selatan, yang kini telah dilihat oleh ratusan pengguna Facebook. (al)

banner-we_728x90.jpg