Kasus Pembacokan Istri Dalam Tahap P 19

35

FAKFAK – wartaekspres.com – Kasus pembacokan istri sendiri yang dilakukan tersangka LD terhadap korban R di lokasi perkebunan kelapa sawit, Distrik Tomage, kini berkas perkaranya dalam tahap pengebalian berkas perkara untuk dilengkapi (P.19) penyidik Polsek Bomberay.

Kasi. Pidum Kejari Fakfak, Muji Ahmad Muthaqim, SH, MH, kepada wartawan mengatakan, bahwa berkas perkara kasus pembaokan istri sendiri yang dilakukan suami korban berinisial LM di perkebunan kelapa sawit Distrik Tomage beberapa bulan lalu, kini berkasnya dikembalikan JPU untuk dilengkapi penyidik Polsek Bomberay, terangnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Menurut Muji, berkas kasus pembacokan istri yang dilakukan tersangka LM yang kecewa akibat alat jantannya tidak dapat ereksi untuk melakukan hubungan suami-istri. “Setelah diperiksa dan diteliti JPU Kejaksaan Negeri Fakfak, maka berkas perkara tersebut masih harus dilengkapi kembali, ujarnya, Selasa (24/4/2018).

Dikatakannya, bahwa berkas perkara yang telah dilimpahkan tahap pertama ke Kejaksaan Negeri Fakfak, setelah diteliti ternyata berkas perkara dari penyidik masih terjadi kekurangan, baik itu syarat materil maupun formil.

“Berkas perkara pembacokan istri yang dilakukan suami korban masih harus dilengkapi syarat materiil maupun formil, karena itu berkas pekara tersebut saat ini masih dalam tahap perbaikan di penyidik Polsek Bomberay,” tutur Kasi. Pidum Kejari Fakfak, Muji Ahmad Muthaqim, SH, MH.

Lebih lanjut, Kasi. Pidum mengatakan, atas perbuatan tersangka LM yang tega membacok istrinya berulang kali dengan menggunakan sebilah parang, maka tersangka LM dijerat dengan Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) jo Pasal 351 ayat (2) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun, ujarnya. (Fan)

banner-we_728x90.jpg