JDI Menikah Karena Sudah Sah Bercerai

106

SORONG – wartaekspres.com – Desas desus yang mulai dikembangkan oleh oknum-uknum yang tidak bertanggungjawab atas pernikahan anggota DPR RI asal Papua Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Jimmy Demianus Ijie, SH dengan Inoce Ofia Kareth di salah satu gereja di bilangan Kuda Laut, Kota Sorong pada hari Sabtu 9 Juni 2018 lalu yang menyatakan, bahwa Jimmy Ijie belum bisa menikah karena belum bercerai dengan istrinya yang pertama. Pernyataan tersebut ditanggapi dengan santai oleh Jimmy Deminus Ijie melalui juru bicaranya Josep Titirlolobi, SH yang juga selaku staf ahli dari anggota DPR RI ini.

Dikatakan Josep, siapa yang mengatakan Jimmy Demianus Ijie (JDI) tidak boleh atau belum bisa menikah dengan wanita lain? Pernyataan itu hanyalah pernyataan yang dibuat oleh oknum-oknum yang tidak ingin melihat anggota DPR RI ini bahagia dengan keluarga barunya.

“Dokumen perceraian dari JDI ada pada kami mulai dari dokumen gugatan cerai yang dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura sampai dengan putusan kasasi dari istri JDI yang pertama ditolak. Lalu bagaimana bisa oknum-oknum tersebut mengatakan, bahwa JDI tidak boleh menikan karena belum cerai,” ujar Josep dengan nada tanya.

Kalau belum boleh menikah dan JDI memaksa untuk menikah tanpa ada ada bukti yang sah dari pengadilan maka gereja yang menikahkanpun salah karena menikahkan orang yang belum sah bercerai. Namun sampai gereja berani untuk menikahkan seseorang apalagi yang dinikahkan adalah seorang anggota DPR RI maka gereja sudah pasti melakukan chek and ricek terlebih dahulu barulah mereka malakukan pemberkatan nikah, terang Josep.

Terkait dengan siapa yang menghembuskan isu tersebut, dengan tegas Josep mengatakan sudah ada dugaan bagi kami siapa yang melakukan ini dan sudah pasti bukan orang lain tetapi yang melakukan ini adalah dari keluraga JDI sendiri dan kami juga menduga adalah permainan dari lawan politik JDI ke depan.

Lebih lanjut Josep katakan, sekarang ini sudah mendekati tahun politik jadi setiap cara akan dipakai oleh lawan politik untuk menjatuhkan lawan politik lainnya dengan berbagai cara, termasuk menjatuhkan seseorang melalui latar belakang pribadi yang pernah menjadi pemberitaan di media massa.

“Marilah bertarung secara bermartabat dengan tidak saling menjatuhkan dengan menggunakan kampanye hitam tetapi bertarung secara wajar dan bermartabat, karena kita semua adalah anak asli Papua yang dipercayakan rakyat Papua untuk menjadi perwakilan mereka di pusat untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat,” ujar Josep.

Ditambahkan Josep, bila JDI belum sah bercrai tidak mungkin seluruh kepala daerah di Papua Barat akan menghadiri acara resepsi pernikahan JDI yang dilaksanakan di Kota Sorong. “Apabila kami tangkap tangan oknum yang meyebarkan isu tersebut, maka kami tidak segan-segan untuk proses hukum karena apa yang dilakukan oknum tersebut telah mencemarkan nama baik pejabat negara,” tegas Josep mengakhiri. (Son)

banner-we_728x90.jpg