IKA-PMII Kecam Tindakan Pengeboman Gereja Di Surabaya

66

FAKFAK – wartaeskpres.com – Ikatana Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Fakfak, mengecam dan mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, dan aksi bom bunuh diri di depan Poltabes Surabaya, maupun aksi penyenderaan anggota Brimob di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, yang telah menelan korban jiwa, Selasa (15/5/2018).

Menurut Ketua IKA-PMII Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, aksi bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/5), dan aksi bom bunuh diri di depan Poltabes Surabaya, merupakan tindakan biadab yang dilakukan kelompok teroris yang ingin memecah belah persatuan bangsa ini, termasuk mencoba untuk mengganggu kerukunan umat beragama yang selama ini sudah terjalin secara baik.

Dikatakan, Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, aksi teroris yang telah mengancam keamanan negara dan menggangu kerukunan umat beragama di Indonesia harus segera diberantas. “Karena itu, IKA-PMII Fakfak meminta ketegasan Pemerintah untuk segera bertindak membasmi teroris di Indonesia sampai ke akar-akkarnya,” tegasnya.

“IKA-PMII Kabupaten Fakfak mengutuk dengan tegas tindakan bom bunuh diri yang terjadi pada Mingggu (13/5) dan Senin (14/5), karena perbuatan tersebut telah mengganggu stabilitas keamanan negara dan mengganggu hubungan harmonis kerukunan beragama, dan telah menodai umat Muslim yang akan menghadapi ibadah Puasa,” tegas Ketua IKA-PMII Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, yang juga sebagai Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan Fakfak.

Dikatakan Untung Tamsil, persoalan bom bunuh diri yang tejadi pada Minggu kemarin di Surabaya yang menimpa 3 gereja, sesungguhnya bukan persoalan agama, karena itu, IKA-PMII Fakfak berharap, agar masyarakat Fakfak tidak terpancing dengan isu-isu tersebut yang dapat memecah kerukunan umat beragama di Fakfak.

“Selaku masyarakat Fakfak yang dikenal dengan semboyan “Satu tungku tiga batu”, harus tetap menjaga nilai-nilai Satu tungku tiga batu, sebagai nilai perekat kerukunan umat beragama di Kabupaten Fakfak,” harapnya. (Fan)

banner-we_728x90.jpg