Ihwan Datu Adam Santuni 3.500 Anak Yatim dan Dhuafa Di BPP dan PPU

14

PENAJAM PASER UTARA – wartaekspres.com – Memang sudah menjadi tradisi, keluarga H. Ihwan Datu Adam, SE, menyantuni anak yatim piatu dan para kaum dhuafa. Momen bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh anggota dari Komisi VII DPR RI dalam memberi kebaikan.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 3500 lebih paket sembako diberikan sekaligus buka puasa bersama di tiga lokasi berbeda. Pertama di kediaman Jalan Provinsi KM 8, Kelurahan Nipah Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dilanjutkan di rumah sederhananya di kawasan Gunung IV Margomulyo, Balikpapan Barat serta di Telaga Mas, Kampung Baru Tengah, bersama Majelis Taklim Al Muhibin pimpinan Hj. Sandra Puspa Dewi, SH, isteri Ihwan Datu Adam yang juga anggota DPRD Kaltim.

“Sebenarnya tidak bulan puasa pun kami rutin membantu sesama, hanya saja Ramadhan ini kan bulan berkah sudah dijanjikan Allah SWT, makanya kita maksimalkan di momen ini, kita tida tahu umur sampai mana, pokoknya ada kesempatan dan ada rezeki harus kita bagi kesesama biar mereka ikut merasakan kebahagiaan,” terang Ihwan.

Dalam pelaksanaan buka puasa bersama dan penyerahan santunan berupa uang tunai dan sembako disambut antusias warga yang hadir pun melebihi prediksi. Sebagian dari mereka niatnya hanya silahturahmi, bukan semata-mata mengharap santunan.

“Keluarga Pak Ihwan itu orang baik, kalau minta bantuan selalu diupayakan. Makanya kami sangat hormat dengan beliau,” ujar seorang warga yang hadir di kediamannya.

Anggota Fraksi Partai Demokrat ini sangat senang atas aspirasi warga PPU dan Balikpapan yang menyempatkan waktu untuk hadir dalam kegiatan buka puasa bersama.

Dia berharap, warga yang menerima bantuan bisa berkurang bebannya dan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin hingga lebaran ini. “Mungkin tidak seberapa bantuan yang diberikan, tapi melihat antusias warga terlihat mereka sangat gembira. Mudah-mudahan saya dan keluarga selalu diberi nikmat kesehatan agar bisa melaksanakan kegiatan sosial ini,” terang wakil rakyat yang membidangi masalah Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Riset dan Teknologi (Ristek), serta Lingkungan Hidup ini.

Dia juga mengapresiasi program sosial yang dilakukan PT Pertamina (Persero) yang melaksanakan program Corporate Social Responsibolty (CSR) untuk warga kurang mampu. Begitu juga dengan PT PLN (Persero).

“Alhamdulilah, kedua BUMN ini juga punya semangat yang sama dengan kami, membantu sesama lewat CSR. Jadi kami padukan kegiatan buka bersama dan santunan ini dengan Pertamina dan PLN,” terang mantan Wakil Bupati dan Pelaksana tugas (Plt) Bupati PPU periode 2003-2008 ini.

Sementara GM Pertamina Refinery Unit (RU) V Kalimantan, Feri Yani, mengucapkan terima kasih kepada warga yang hadir dalam kegiatan buka puasa bersama. Terlebih kepada masyarakat yang selama ini telah mendukung kegiatan operasional Pertamina yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), khususnya yang ada di Kelurahan Lawe Lawe.

“Semoga silahturahmi ini bisa terus terjalin, dan mohon doanya supaya Pertamina bisa memberi lebih banyak lagi,” ungkap Feri Yani.

Sementara GM PLN Kaltimtara, Riza Novianto Gustam, mengaku terbentuknya dengan program Ihwan Datu Adam sehingga proses penyaluran paket untuk anak yatim dan kaum dhuafa dapat terlaksana lebih mudah.

Dia juga berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan berkah. “Intinya kami sangat berterima kasih diajak bekerjasama melaksanakan ini, juga bagian dari program PLN dimana dana bantuan tersebut berasal dari gaji para karyawan PLN yang dikumpulkan 2,5 persen setiap bulannya guna kepentingan sosial semacam ini,” ungkap Rizal.

Kembali Ihwan menuturkan semangatnya saling berbagi juga tak lepas dar pepatah Tiongkok. “Ketika ada kesempatan, pergilah bersama teman-teman lama, kumpul bukan sekedar makan dan ngobrol tapi mengingat waktu hidup semakin singkat. Bukan tidak mungkin waktu kita tidak bisa bertemu lagi, mungkin kelak semakin susah berjalan. Menghabiskan sebagian waktu dengan teman atau sahabat akan membuat hidup kebih sehat secara mental dan fisik,” terangnya.

“Umur itu kan seperti es batu, dipakai atau tidak, akan tetep mencair. Begitu juga dengan umur digunakan atau tidak digunakan tetap berkurang. Air yang mengalir tidak dapat berbalik arah, itulah usia kita tidak muda lagi, jadi harus tersenyum dan berfikir positif, yakinlah silahturahmi itu mengundang rezeki dan panjang umur,” pungkas Ihwan. (Ton)

banner-we_728x90.jpg