Guru Honor Murni dan Operator SD, SMP Tahun 2019 Diberikan Tunjangan Insentif

375
Guru Honor Murni dan Operator Sekolah Dasar Kec. Kragilan mendapat pembinaan terkait tunjangan insentif

SERANG – wartaekspres.com – Kehadiran Kadis Dindikbud Kab. Serang, Asep Nugraha Jaya, bersama Kabid SD, Aber Nurhadi, Kasi PTK Dikdas, M. Muktar, bersama rombongan, Senin (07/01-19), hari pertama kerja tahun 2019 di SDN Kragilan 1, Kec. Kragilan, Kab. Serang, Banten, membawa kabar baik untuk para tenaga Guru Honor Murni (GHM) dan Operator Sekolah (OPS) khususnya di tingkat sekolah dasar (SD) dan SMP se-Kec. Kragilan, umumnya di lingkungan Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pemkab Serang.

Pasalnya, mulai tahun 2019 ini tenaga GHM dan OPS di lingkungan Dindikbud Pemkab Serang yang memenuhi syarat akan mendapatkan tunjangan insentif sebesar Rp 400.000 untuk GHM dan Rp. 300.000 untuk OPS per bulan.

“Insentif tersebut, mulai diberikan pada awal 2019, pemberian berikutnya dilakukan per triwulan. Pemberian insentif ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Serang terhadap guru dan OPS, sebagai upaya  meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan,” ungkap Asep Nugraha.

Sejalan dengan itu, Aber Nurhadi, Kabid. SD Dindikbud Kab. Serang, membenarkan, bahwa mulai awal tahun  2019 ini para tenaga Guru Honor murni dan Operator Sekolah baik di tingkat SD dan SMP akan mendapat tunjangan insentif, besarannya Rp. 400 ribu dan Rp.300 ribu.

Hari ini untuk SD dulu melakukan pembinaan dan penjelasan, selanjutnya untuk SMP. Nanti akan dilakukan hal yang sama.  Karena K II sudah dapat mulai tahun 2017 kemaren. Kalau yang kali ini atau tahun ini adalah Guru Honor Murni dan Operator, tambahnya.

“Kita sudah lama memperjuangkan supaya ada kepedulian pemerintah daerah terhadap guru honor murni ini, biar bagaimanapun juga mereka mengabdi kepada kita, jaman sekarang ini sekolah kekurangan guru, kalau nggak ada mereka siapa yang mengajar,” tegasnya.

Namun, lanjut Aber, kemungkinan membutuhkan verifikasi data untuk penyesuaian terhadap anggaran yang dianggarkan pemerintah. “Untuk lebih jelasnya konfirmasi dengan Kasi Pembina Tenaga Kependidikan, Pendidikan Dasar (PTK Dikdas), kalau saya yang menjelaskan takut salah,” ucapnya.

“Jadi silahkan tanya ke Kasi Ketenagaan Pendidikan saja, beliau yang lebih paham, saya takut salah nanti menjelaskannya,” jelas Aber.

Sementara M. Muktar, Kasi PTK Dikdas Dindik Kab. Serang mengakui, bahwa ada syarat GHM maupun OPS  diberikan insentif Rp. 400.000 dan Rp.300.000 per bulan. “Seleksinya dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Para guru dan ops tersebut, kami butuh verifikasi data yang menjadi syarat. diantaranya latar belakang pendidikannya, masa bhaktinya, dan syarat lainnya yang tidak bisa saya jelaskan secara rinci. “Jadi, harus ada background jelas dan data yang jelas akan kami verifikasi,” terang Muktar.

Buang, S.Pd, MM, Kepsek SDN Kragilan 1 dan juga menjabat Ketua PGRI, Kec. Kragilan, menjelaskan jumlah GHM dan OPS di Kecamatan Kragilan yang tersebar di 32 sekolah SD se-Kecamatan Kragilan, jumlahnya sebanyak 201 orang, yaitu jumlah GHM 169 orang dan OPS 32 orang. Buang, berharap dari sejumlah 201 orang itu, semuanya diberikan insentif bulanan. (M.M)

banner-we_728x90.jpg