Gembong Pencurian Ternak Antar Kabupaten Didor Aparat

23

GOWA – wartaekspres.com – Pelaku pencurian ternak (Curnak) yang seringkali meresahkan warga masyarakat Kec. Bontomarannu, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan, ditangkap anggota Tim Gabungan Anti Bandit Polres Gowa dan Opsnal Res Polsek Somba Opu serta Polsek Bontomarannu, di bawah komando Ipda Malelak dan Aiptu Suparman, Minggu (4/11/2018) di Dusun Batu Alang, Desa Romangloe, Kec. Bontomarannu.

Komplotan curnak tersebut, terdiri dari lima orang bernisial BM (40) yang berprofesi sebagai buruh harian dan tinggal di Dusun Borong Bulo, Desa Sakkolia, Kec. Bontomarannu (otak pencurian), meninggal dunia didor oleh aparat, karena berusaha kabur bersama kawannya MR (45) yang juga berprofesi sebagai buruh harian. MR beralamat Kampung Beru, Desa Kampung Beru, Kec. Polong Bangkeng Utara, Kab. Takalar, yang juga termasuk residivis kasus curnak.

Semantara DT (50) asal Kab. Takalar, sebagai pemetik dan penadah, DE (50) dari Takalar, sebagai pemetik dan pengemudi mobil dan ST (50) yang berasal dari Dusun Jenemadingin, Desa Kampili, Kec. Pallangga sebagai pemetik. Ketiganya dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Modus operandi, BM sebagai otak pencurian, melakukan survey dan menentukan lokasi pencurian. Aksi pencurian dilakukan dengan cara masuk ke kandang sapi pada malam yang senyap. Setelah pencurian mereka berhasil, sapi disembunyikan di dalam hutan. Jika mendapatkan pembeli, BM dan DT bertugas untuk menjemput sapi curian tersebut di dalam hutan. Jatah hasil penjualan curnak tersebut, dibagi 1.250.000 ribu perorang.

Uang hasil curnak tersebut, digunakan untuk berjudi, minum tuak dan pesta narkoba. Barang bukti berupa 1 unit mobil L300 DD 8361 M yang digunakan mobilisasi penjualan hasil curian, 2 unit telepon genggam (Hp) milik pelaku BM dan MR sebagai alat komunikasi melakukan aksi pencurian. Pelaku terjerat Pasal 363 (1), dengan ancaman 5 tahun penjara.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Tambunan menambahkan, bahwa untuk pelaku yang DPO, lebih baik secepatnya menyerahkan diri. Karena ketiganya sudah teridentifikasi alamat dan aktivitasnya. “Untuk itu, lebih baik menyerahkan diri ke Kantor Polsek di mana saja, nanti kami jemput,” himbaunya. (Syarifuddin)

banner-we_728x90.jpg