Diberhentikan Dari Ketua Cabang Hanura Depok, Ini Jawaban H. Nasir

75
Dr. Ir. H. Achmad  Nasir Biasne, MSi

DEPOK – wartaekspres.com – “Saya legowo mundur, saya menerima apapun yang menjadi keputusan DPP, dan tetap mendukung siapa saja yang ditunjuk oleh DPP sebagai Ketua melalui Muscalub, asal sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, tapi bukan berarti saya menyerah.”

Demikian dikatakan Dr. Ir. H. Achmad  Nasir Biasne, M.Si, yang terpilih menjadi Ketua Cabang Partai Hanura Cabang Depok melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa, Kota Depok periode 2016 – 2021.

Namun, belakangan muncul semacam mosi tidak percaya dari lawan politiknya, atau orang yang tidak sepaham dengan dirinya. Menurut informasi yang beredar di kalangan intern partainya, bahwa dirinya diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Cabang Partai Hanura, Kota Depok.

Kepada wartawan media ini ketika ditemui di Kantor Yayasan Graha Insan Cipta yang terletak di Jalan Lefran Pane Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (13/05), H. Naser menuturkan, bahwa sampai hari ini belum menerima surat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait pemberhentian dirinya sebagai Ketua Cabang Kota Depok.

Sikatakannya, kalau memang Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan DPP, dengan demikian saya sebagai pelaksana lapangan akan menerima apapun yang menjadi keputusan DPD dan DPP, saya tidak akan melawan, ujarnya.

“Tetapi kalau itu dilakukan oleh teman-teman PAC (Pengurus Anak Cabang) dan Pengurus Anak Ranting, itu hak mereka sebagai orang yang punya hati nurani dalam berpolitik,” tambahnya.

Lanjut politisi senior ini, tapi kalau mereka menganggap ini adalah sebagi salah satu penzholiman atau sesuatu yang tidak sepantasnya, silakan saja mereka yang melakukannya, tetapi saya tidak akan menolak dan saya menerima, terangnya.

“DPC Partai Hanura di Depok ini sudah berkembang, hari ini, Minggu (13/05) kita (DPC Hanura) sudah meresmikan 3 ranting, yakni di Kelurahan Bojongsari Lama, Bojongsari Baru dan di Kelurahan Serua, dan kedepan 8 ranting lagi sedang dalam persiapan untuk diresmikan, dengan harapan di akhir tahun 2019 semua sudah selesai, kenapa hal ini dilakukan karena suara itu tetap pada akar rumput,” sambung Nasir.

Menurut Nasir, kenapa Hanura itu seakan-akan tidak ada pencitraan, karena memang kami membuktikan dan mengukuhkan dulu barisan Hanura, kalau semua sudah memahami visi dan misi, sudah ingin dan sudah punya gagasan untuk mensejahterakan masyarakat Depok, tetunya mereka akan membantu kami.

“Seandainya setiap kelurahan yang aktif adalah 20 dikali 63, itu artinya ada sekian ribu barisan di bawah, dari sekian ribu barisan di bawah itu yang akan mewakili Hanura dalam menyebarkan visi dan misi Hanura,” tukasnya.

Namun hal ini sangat disayangkan, dalam beberapa hari diganggu oleh keluarnya Surat Keputusan DPP tersebut, semua penilaian tergantung DPP, tegasnya.

“DPP bisa langsung mengecek ke lapangan, tujuan kita berpartai adalah paling tidak perebutan kekuasaan untuk mensejahterakan rakyat,” lanjutnya.

Dikatakan Nasir, problemnya ada di lapangan, bukan di atas meja. “Mungkin orang menganggap saya telat turun, tetapi tidak semua partai turun ke lapangan, dan kami sudah melakukannya dengan turun ke lapisan paling bawah, dengan harapan semua orang mengenal, mencintai dan memilih Hanura,” paparnya.

“Kejadian ini (Surat Keputusan-red) saya pikir sesuatu yang harus dipertimbangkan kembali oleh DPP, kalau Hanura mengalami goncangan atau tsunami politik, itu bukan tanggungjawab saya lagi,” pungkasnya. (Vincent)

banner-we_728x90.jpg