DAP Wilayah III Doberay Minta Pelaku Penembakan Di TPI Jempur Dipecat

6

SORONG – wartaekspres.com – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor, S.IP, meminta kepada pihak institusi TNI dan Polri untuk menghukum seberat-beratnya, bahkan bila perlu dipecat dari keanggotaan, karena diduga telah melakukan tindakan penganiayaan hingga menembak salah satu nelayan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jembatan Puri (Jempur) Kota Sorong, Rabu pagi (13/6).

Ketua DAP Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor, S.IP, melalui Press Releasenya yang diterima media ini via WhatsApp, Rabu (13/6) mengatakan, bahwa DAP sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum Polri dan TNI yang diduga melakukan penganiayaan bahkan sampai menembak salah satu nelayan yang bernama Frans Kabarek (28) di TPI Jembatan Puri Kota Sorong pagi tadi nyaris meninggal dunia.

“Kami sangat menyesal aksi koboy yang dilakukan oleh oknum TNI dan Polri yang menganiaya dengan menembak seorang nelayan tradisional yang nyaris meninggal dunia karena luka tembaknya pada perut sebelah kanan dan lutut sebelah kiri,” terang Mananwir.

Ditegaskan Mananwir, aksi penembakan ini sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena sudah mengancam hak hidup dari manusia sehingga pelaku segera diproses hukum dan dipecat dari kesatuannya karena mereka sudah mencedderai nama baik dari institusi.

“Kami mendesak dijatuhi hukuman seberat-beratnya jangan ada pilih kasih dalam kasus ini. Kami mau lihat sejauh mana keseriusan aparat keamanan dalam memproses kasus ini,” ujar Mananwir dengan tegas.

Lebih lanjut Paul mengatakan, apalagi hari ini ada aksi di beberapa daerah termasuk Kota Sorong terkait kasus pelanggaran HAM di Teluk Wondama dengan persitiwa Wasior berdarah, dan hari ini juga telah terjadi penganiayaan oleh oknum aparat keamanan terhadap warga sipil di Kota Sorong. (Son)

banner-we_728x90.jpg