Bakamla RI Gelar Bimbingan Teknis Peningkatan Maturitas SPIP

7

JAKARTA – wartaekspres.com – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mentargetkan peningkatan maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menjadi Level 1. Hal itu dikatakan Inspektur Bakamla RI Laksma Bakamla Drs. Sarono, MH, dalam acara Penyusunan Laporan Ikhtisar Hasil Pengawasan APIP dan Koordinasi Tim Satgas SPIP dalam Rangka Meningkatkan Level Maturitas SPIP Bakamla RI, di Senen, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/18).

Inspektur Bakamla RI, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan bimbingan teknis hari ini sesuai dengan arahan pimpinan Bakamla RI supaya kita dapat memadukan, mensinkronkan sesuatu agar mencapai kefektivitasan, peningkatkan maturitas APIP dan sekaligus untuk analisa evaluasi kegiatan yang terkait dalam rangka penilaian maturitas SPIP.

Lanjut Sarono, ada beberapa yang perlu disampaikan, berangkat dari kita sebagai manusia di dunia ini, pertama, bahwa kita akan membangun Bakamla, jadi setiap insan Bakamla wajib memahami bahwa kita akan membangun Bakamla lebih baik, oleh karena itu perlu dipahami manusia ujungnya adalah mencari kebahagian, untuk mencapai tujuan tersebut perlu kesehatan lahir batin dan fisik.

Kedua, sebagai insan Bakamla harus mampu menyelesaikan setiap permasalahan hidup dengan ilmu pengetahuan. Ketiga, sebagai insan Bakamla mempunyai kemampuan bersosialisasi dengan saling menolong dan berbagai.

Keempat, sebagai insan Bakamla carilah harta yang wajar dengan materi yang cukup dapat menjadi modal dalam hidup. Kelima, sebagai insan Bakamla agar dapat memahami panggilan jiwa dan naluri berbuat baik,” terangnya.

Dikatakannya pula, perlu dipahami bahwa di dalam SPIP terdapat lima unsur yaitu lingkungan pengendalian, manajemen resiko atau analisa resiko, kegiatan pengendalian, komando komunikasi informasi dan rekomendasi.

“Bakamla termasuk yang harus meningkatkan pembangunan SPIP salah satu yang harus dibangun adalah memastikan agar sumber daya manusia Bakamla memadai, hal ini terkait peningkatan kapasitas personel Bakamla caranya dengan membaca undang-undang atau hal lain yang terkait di lingkungan tugas kita,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Pengendali Teknis BPKP RI Luhur Depari mengatakan, bahwa SPIP menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, Pasal 1 tentang SPIP, definisi SPIP adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilaksanakan terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberi keyakinan yang memadai untuk mencapai tujuan organisasi dengan tindakan save aset, pelaporan keuangan yang handal, operasi terlaksana secara efisien dan efektif, serta pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bayangkan, seandainya kelima unsur yang dijelaskan Inspektur Bakamla berproses secara integrative pasti tercapai tujuan dari organisasi Bakamla yang lebih bakk. Jadi, apapun kegiatannya SPIP menjadi landasannya.

“Pada kesempatan ini, harapannya kita dapat menuju penilaian SPIP lebih baik, ada satu pemahaman kemudian timbul kesadaran bahwa SPIP itu penting dan harus ada. Perlu dipahami penilaian SPIP ini tidak akan mencelakakan organisasi tetapi memfasilitasi untuk membangun Bakamla menjadi lebih baik,” ujarnya.

Hadir sebagai tim penilaian level maturitas SPIP dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, yaitu ketua tim Suko Widodo, anggota Marlina. Kegiatan juga diikuti 28 pejabat eselon III dan IV Bakamla RI. (Humas Bakamla RI)

banner-we_728x90.jpg