ASBS Desak DPR RI Segera Mengesahkan UU Anti Terorisme

20

SORONG – wartaekspres.com – Organisasi kepemudaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung di wilayah Sorong Raya, membentuk Aliansi Solidaritas Bom Surabaya (ASBS) dan menyatakan 5 tuntutan kepada pemerintah pusat, terlebih khusus DPR RI untuk segera mengesahkan Undang-Undang Anti Terosisme yang sudah 2 tahun mengendap di Gedung DPR RI.

Pernyataan sikap dan tuntutan dari mahasiswa se-Sorong Raya yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Bom Surabaya, dibacakan oleh Ketua ASBS yang juga kesehariannya sebagai Sekretaris GAMKI Papua Barat, Ryan Silambi, ST, yang menyatakan, Pertama : Kami mengecam tindakan terorisme dan kekerasan dalam nama apapun yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah persatuan bangsa ataupun menggiring negara ini menjadi sebuah negara yang tidak lagi berdasarkan pada ideologi Pancasila.

Kedua : Kami mendesak kepada DPR RI dan Pemerintah segera mempercepat dan mengesahkan RUU Anti Terorisme atau Presiden RI menerbitkan Perpu sebagai payung hukum untuk mengatasi keberulangan peristiwa seperti ini.

Ketiga : Kami meminta kepada Pemerintah, TNI/Polri dan seluruh pemangku kebijakan untuk segera mengusut tuntas peristiwa pengeboman terhadap beberapa gereja di Surabaya, bahkan menegakkan hukum yang tegas atas pelaku beserta jaringan-jaringannya.

Keempat : Kami mendesak kepada negara (Pemerintah) untuk menjamin kebebasan serta keamanan beribadah bagi seluruh warganya, dan Kelima : Kami mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban tragedi bom bunuh diri yang terjadi pada beberapa gereja di Surabaya pada tanggal 13 Mei 2018 lalu.

Setelah dibacakan pokok pikiran mahasiswa se-Sorong Raya menyikapi peristiwa tragedi pengeboman 3 gereja di Surabaya, masing-masing Ketua OKP menyampaikan orasi, yang pada intinya mendesak DPR RI segera mengesahkan UU Anti Terorisme, kalau tidak maka pemerintah (Presiden Joko Widodo) segera mengeluarkan Peraturan Penggantu Undang-Undang sebagai payung hukum untuk membasmi terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Saat ditemui seusai membacakan tuntutan ataupun pokok pikiran dari mahasiswa yang tergabung dalam OKP Cipayung dan beberapa organisasi kepemudaan lainnya, seperti GP Ansor, Pemuda GKI Sorong dan beberapa organisasai lainnya, Ketua Tim Aliansi Solidaritas Bom Surabaya, Ryan Silambi, ST, mengatakan, bahwa aksi ini juga merupakan intruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI untuk menyikapi peristiwa yang terjadi beberapa hari belakangan ini seperti pengeboman gereja di Surabaya, Jawa Timur yang memprihatinkan dan bukan saja menjadi duka bagi umat Nasrani tetapi sudah menjadi duka bangsa ini.

“Tragedei bom Surabaya merupakan aksi dari sekelompok oknum yang anti terhadap Ideologi Pancasila dan berniat untuk membuat keributan yang mengarah pada disintegrasi bangsa, sehingga mereka ini sudah nyata dan berani melawan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Ryan.

Seperti yang ditegaskan Presiden Joko Widodo, bahwa mereka yang melakukan aksi pengeboman ini adalah orang-orang yang pengecut dan biadab. Menurut Ryan, mereka ini tidak boleh hidup lagi di nusantara ini yang hidup penuh dengan kedamaian, saling menghormati dalam perbedaan, dan itulah kekuatan sebenarnya yang dimiliki oleh NKRI.

“Oleh karena itu, mereka ini harus dibasmi sampai ke akar-akarnya dan tidak perlu lagi diberi hukuman badan tetapi tembak mati saja, karena mereka juga membunuh orang tanpa perikemanusiaan,” tegas Ryan. (Son)

banner-we_728x90.jpg